PT Kereta Api Indonesia Didesak Sediakan Gerbong Untuk Pengiriman Motor – GoGoEx Express 021 79199900: Kepolisian Daerah Metro Jaya meminta PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menyediakan gerbong khusus pengangkut sepeda motor dalam arus mudik dan balik Lebaran 2011. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Royke Lumowa mengatakan gerbong-gerbong tersebut diperlukan untuk mengurangi tingkat kecelakaan pemudik bersepeda motor. “Permintaan itu sudah kami sampaikan secara lisan. Yang tertulis, menyusul,” kata Royke kemarin.
Polda Metro Jaya memprediksi jumlah pemudik bersepeda motor pada 2011 akan meningkat dibanding tahun lalu. Dari data Direktorat Lalu Lintas, tahun ini diperkirakan bakal ada 4,1 juta sepeda motor yang digunakan untuk mudik, meningkat dari 3,6 juta pada 2010. Seluruh sepeda motor tersebut diperkirakan akan membawa 8,3 juta penumpang, lebih banyak 1,1 juta daripada jumlah tahun 2010.
Kepala Penertiban Daerah Operasi I PT KAI, Ahmad Sujadi, mengaku telah menerima permintaan dari Polda tersebut. Namun, kata dia, PT KAI belum mengambil keputusan. “Saya hanya menjelaskan,” kata dia.
Sejauh ini PT KAI berkukuh meniadakan gerbong khusus untuk sepeda motor. “Motor tetap akan dilayani, tetapi harus melalui jasa pengiriman dari pihak ketiga,” ujar juru bicara PT KAI Daerah Operasi I, Mateta Rizalulhaq, dalam kesempatan terpisah.
Menurut Mateta, perubahan pola pengangkutan sepeda motor ini didasarkan pada pengalaman angkutan sepeda motor Lebaran tahun lalu, di mana PT KAI menyediakan delapan gerbong khusus untuk sepeda motor. Masing-masing gerbong bisa menampung hingga 50 unit sepeda motor. “Namun ternyata peminatnya tidak banyak,” ujar Mateta.
Dari kapasitas yang tersedia, kata dia, yang terpakai hanya 20 persen hingga 30 persen karena banyak pengendara sepeda motor yang langsung mengendarai sepeda motornya untuk mudik. “Jadi, kami pikir penyediaan kereta motor ini tidak optimal.”
Adapun pembelian tiket kereta kelas ekonomi untuk keberangkatan H-7 Lebaran akan mulai dibuka pada 17 Agustus mendatang. Penjualan tiket tersebut tidak hanya untuk tiket duduk tetapi juga untuk tiket berdiri. “Kami akan optimalkan pengangkutan penumpang pada angkutan Lebaran kali ini,” Mateta menambahkan. Meski tiket berdiri tetap dijual, kapasitas maksimal setiap gerbong hanya 150 penumpang.
Pembelian tiket H-7 ini akan menerapkan sistem online internal. Calon penumpang hanya bisa membeli di enam stasiun, yakni Pasar Senen, Jakarta kota, Tanjung Priok, Tanah Abang, Manggarai, dan Jatinegara.




Recent Comments